Mengecewakan! Kinerja Lurah Paslaten 2 jadi sorotan masyarakat.
Kinerja aparat pemerintahan di kelurahan Paslaten 2 kecamatan Tomohon Timur sedang jadi sorotan masyarakat.
Pasalnya ada warga masyarakat yang tergabung dalam usaha kelompok budidaya ikan (Pokdakan) Mangangayo membuat laporan tentang permasalahannya dan meminta bantuan Lurah Paslaten 2 (Janely H.R. Winda SE, AK, ME) untuk menjadi fasilitator dalam proses mediasi namun ditolak dan tidak ditanggapi serius dengan alasan perkara tersebut adalah urusan internal kelompok.
Padahal kelompok ini dibentuk sebagai bagian dari upaya swadaya masyarakat tersebut untuk mendukung program pemerintah Kota Tomohon dalam hal mandiri pangan.
Dalam struktur organisasi kelopok budidaya ikan (pokdakan) Mangangayo ini, Lurah Paslaten 2 menempati posisi sebagai Pembina dan penasehat. Yang tentunya dengan posisi tersebut diharapkan dapat memberikan masukan kepada kelompok masyarakat yang ada dalam binaannya.
Kenyataan ini tentunya sangat memprihatinkan, karena Pokdakan Mangangayo ini justru dikukuhkan oleh Lurah Paslaten 2 saat itu ( Royke Pangemanan,S.IP) yang artinya tidak ada sinergitas program kerja berkelanjutan yang dilakukan oleh Lurah yang baru.
Ini sangat miris karena ketika pemerintah kota Tomohon sedang berjuang untuk memajukan perekonomian masyarakat lewat berbagai program termasuk pemberdayaan masyarakat namun tidak mendapat dukungan sebagaimana mestinya oleh pejabat kelurahan Paslaten 2.
Hingga saat ini Lurah Paslaten 2 (Janely H.R. Winda SE, AK, ME) belum memberikan tanggapan kepada kelompok budidaya ikan (Pokdakan) Mangangayo mengenai permasalahan yang ada.
Ketua kelompok Pokdakan Mangangayo (Jimmy Pontoh) berharap ada campur tangan langsung dari pejabat atau instansi terkait berkenaan dengan sistem pelayanan dan kinerja dari Lurah Paslaten 2 kecamatan Tomohon Timur agar lebih peka dan pro aktif dalam menangani permasalahan sosial di kelurahan Paslaten 2.
Babinkhamtibmas dan Babinsa
Sebagai masyarakat yang taat hukum, ketua kelompok Pokdakan Mangangayo meminta bantuan ke Babinkhamtibmas dan juga Babinsa untuk memfasilitasi dan menyampaikan hal ini ke Lurah Paslaten 2 tapi tidak ditanggapi juga oleh Lurah.
Bisa dibayangkan kalau aparat Polri dan TNI yang menjadi mitra kerja pemerintah kelurahan saja tidak dianggap bagaimana dengan warga masyarakat umum.
Bagaimanan tanggapan anda?
Baca artikel terkait;
- Ikan hilang dijaring, Pokdakan Mangangayo lapor polisi
- Apes! ikan nila siap panen hilang tanpa jejak!
- Cuek dengan laporan warga, Lurah Paslaten 2 diadukan ke Caroll - Wenny
Baca artikel lain;
- Kabasaran, asal usul dan tujuan tari perang Minahasa
- Gunung Klabat
Inilah penyebab mengapa gunung Klabat menjadi gunung tertinggi di Minahasa
- Berkunjung ke puncak Gunung Mahawu
- Desa Woloan, pusat industri rumah kayu
menjadi "Tujuan Wisata Favorit" di Indonesia
Lurahnya mungkin berpikir tugasnya itu cuma tanda tangan, sambutan dan absen kantor.
BalasHapusga ada leadership berarti, ganti aja
BalasHapusGanti lurah đź‘Ž
BalasHapus