Asal usul nama kota Tomohon
Sebagai orang Tomohon atau yang suka sama kota cantik ini, ada baiknya kita juga mengenal sejarah, budaya dan kekayaannya termasuk mengetahui asal mula kenapa kota bunga ini disebut Tomohon.
Berikut hasil penelusuran penulis berdasarkan beberapa sumber yang didapat.
Pada
zaman dahulu, Tomohon adalah wilayah hutan pegunungan yang sangat kaya akan sumber air karena terletak di kaki gunung Lokon, Mahawu dan Masarang. Penduduk yang tinggal dikawasan lembah pegunungan ini dikenal sebagai Tou Mu'ung.
![]() |
![]() |
Jalan masuk ke mata air di Mu'ung Matani |
Bahkan dalam cerita tersebut disebutkan bahwa Mu'ung dan Sineleyan memiliki hubungan keluarga. Hal ini dibuktikan dengan adanya lagu dengan bunyi syairnya, "Ma' tuari kan de en Sineleyan Mu'ung".(1)
Jadi arti Tou Mu'ung adalah orang mata air atau orang yang tinggal di sumber mata air.
Jadi arti Tou Mu'ung adalah orang mata air atau orang yang tinggal di sumber mata air.
Satu-satunya
tempat yang memiliki nama “Mu’ung” adalah sebuah mata air besar yang kini
menjadi tempat pemandian umum di Kelurahan Matani Dua yang berbatasan dengan
“Wakas” di kelurahan Paslaten 2.
Beberapa orang tua berpendapat, ada kemungkinan nama tempat mata air inilah yang
menjadi asal usul nama Tomohon.
Namun ada juga yang berpendapat lain, menurut mereka sebutan Mu'ung atau sumber mata air berlaku untuk wilayah Tomohon yang lebih luas.
Hal ini bisa dilihat dengan banyaknya sumber air yang ada di hampir seluruh desa/kelurahan di Tomohon, seperti Sineleyan di Talete, Ma'langen dan Kalimpesan di Paslaten 2, dan banyak lagi.
Karena gubahan lidah dari waktu ke waktu sebutan “Tou Mu’ung” lambat laun menjadi Tomohon.
Karena gubahan lidah dari waktu ke waktu sebutan “Tou Mu’ung” lambat laun menjadi Tomohon.
Tomohon adalah suatu daerah Minahasa yang sub-etniknya termasuk dalam etnik Tombulu.
Suasana pawai di Jl raya Tomohon |
Sub-etnik Tombulu'
Sub-etnik ini sejak jaman purba
tidak mengalami perubahan nama. Leluhur dalam periode ini yang menjadikan
Mai'esu, dekat Tomohon, sebagai pusat pemerintahan yang dipimpin oleh Belung
dan Kakemkeman.
Para kepala negeri atau Walak adalah Walean, Tumurang, dan
Mandagi di Sarongsong, Tumbel Woto di Tombariri, Lumongdong di Kakaskasen,
Mokoagow di Kinilow, Mangundap di Tanahwangko, dan Lolong di Wenang yang
sekarang bernama Manado.
Pakasa'an Tombulu' terdiri dari
tiga walak, yakni; Tonsarongsong di Selatan, Tomohon di tengah, dan Tombariri
di Utara, dan tidak pernah berubah hingga sekarang ini (2)
Tomohon saat ini |
Dan orang Tomohon disebut juga orang Tombulu atau
orang “Wuluh” atau orang gunung, yaitu orang yang berbahasa sub etnikTombulu.
Pemakai bahasa ini termasuk sebagian di wilayah kota Manado, Tombariri,
Airmadidi, Pineleng dan Sonder.
Ada yang punya info lain? silahkan dibagi infonya supaya lebih lengkap.
Sumber;
1. Seminar sejarah gereja GMIM Maranatha Paslaten, 24 September 2016. Nara sumber Ben Palar
2. sumber: Jessy Wenas: Sejarah dan budaya minahasa, hal 13
3. berbagai sumber
patung Tololiu di Matani |
Artikel/video lain tentang Tomohon;
Tari Kabasaran seharusnya disebut Kawasaran, karena berasal dari kata "wasar", dimana gerakan para penari digambarkan bagai pertarungan dua ekor ayam jantan yang sudah dipotong jenggernya (wasar) supaya menjadi lebih berani dan tanpa rasa takut.
Ternyata sekalipun penikmat "cap tikus" sangat banyak tapi asal muasal namanya belum banyak yang tahu. Dari penelusuran penulis, ada tiga versi tentang asal usul nama minuman alkohol ini,
Menurut cerita orang tua, pada mulanya gunung Lokon adalah gunng tertinggi dan terbesar di Minahasa atau biasa disebur Malesung. Saking tingginya, jarak antara puncak gunung Lokon dan langit hanya seukuran setangkai sendok
- Masa orde baru hingga kini
- Masa perjuangan kemerdekaan hingga Permesta
- Sejarah Tomohon
- Objek wisata
- All about Tomohon
- Olah - raga
- All about Tomohon
- Olah - raga
If you like this article, please share!
AYO BANTU PROMOSI KOTA TOMOHON
MENJADI TUJUAN WISATA FAVORIT DI INDONESIA
Komentar
Posting Komentar